pilihan +INDEKS
Warga Desa Bongkal Malang Resah Bercampur Marah Akibat Limbah Yang Mencemari Sungai
INHU, halamannusantara.com - Warga Desa Bongkal Malang, Kecamatan Kelayang, Kabupaten Inhu, Riau mengeluhkan tercemarnya sungai oleh limbah cair. Akibatnya, warga yang biasa mencari ikan di sungai tersebut menjadi resah campur marah.
Pasalnya, limbah cair berwarna kecoklatan pekat dan kekuningan juga berminyak itu, telah membuat ikan berbagai jenis di Sungai Kasihan Delo didesa tersebut ada yang mati dan mengambang diatas permukaan air sungai.
Salah seorang warga Desa Bongkal Malang yang namanya enggan untuk dituliskan menuturkan, dia dan warga desa lainnya yang kesehariannya berprofesi sebagai pencari ikan disungai-sungai yang ada di Kecamatan Kelayang mengaku pekerjaannya terancam berhenti.
"Tengok aja warna air sungai itu bang, pekat kecoklatan dan mengandung minyak. Itu jelas limbah dari pabrik. Karena kalau limbahnya berasal dari rumah tangga mana ada seperti itu. Lagian warga desa sini tidak ada memproduksi barang baku ke barang jadi, ya home produksi gitu tidak ada," terang dia kepada media ini lewat telepon seluler, Jumat (9/6).
Pria paruh baya ini menduga jika limbah yang mencemari Sungai Kasihan Delo itu berasal dari pabrik pengolah buah kelapa sawit.
Sebab, didesanya cuma satu pabrik yang beroperasi yakni PT Sawit Inti Raya (SIR). Yang mana, perusahaan tersebut merupakan Pabrik Kelapa Sawit (PKS).
Pria berkulit coklat sedikit kurus dan tinggi itu berharap agar pihak-pihak dan atau oknum yang terlibat didalam pencemaran sungai tersebut tergerak hati nuraninya untuk tidak membuang limbah cair ke sungai.
Selain sebagai sumber penghidupan masyarakat, untuk mencuci, mandi dan air minum, Sungai Kasihan Delo juga sumber rezeky bagi warga yang berprofesi sebagai nelayan.
"Ikannya banyak jika air sudah surut. Kami hampir setiap hari mencari ikan disungai itu. Ada yang pakai pancing, jala, bubuh dan juga tajur. Hasilnya juga kami masak dirumah untuk makan sekelurga," ujarnya.
Humas PKS PT SIR Anggi L Gaol masih belum bisa dihubungi untuk dimintai tanggapannya perihal limbah diduga berasal dari PKS PT SIR.
Jika kembali.kebelakang, tepatnya ditahun 2020 lalu, pembangunan PKS PT SIR menjadi pro kontra ditengah-tengah masyarakat khususnya warga Desa Bongkal Malang dan Desa Dusun Tua Pelang, Kecamatan Kelayang.
Sebab, lokasinya sangat dekat dengan pemukiman warga. Dimana, warga sekitar sangat mengkhawatirkan limbah cair dan polusi udara,
Jika tidak salah, proses pembangunan PKS.PT SIR rampung, perusahaan milik pengusaha asal Kota Rengat itu mulai beroperasi Mei 2020 dengan kapasitas produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 45 ton perjam.
Jika benar begitu, wajar saja warga desa mengkhawatirkan limbah yang mengalir tumpah kelur dari kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) ke kanal-kanal kebun milik warga maupun ke sungai dan anak sungai. Serta polusi udara akibat asap hitam pekat dengan jumlah besar setiap hari keluar dari cerobong pabrik tersebut.
Berita Lainnya +INDEKS
Polres Kampar Gelar FGD, Bahas Optimalisasi Green Policing dan Stabilitas Kamtibmas
KAMPAR – Polres Kampar menggelar kegiatan Focus.
Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba, Wabup Misharti: Perang Melawan Narkoba Butuh Kerjasama Berkelanjutan
KAMPAR – Wakil Bupati Kampar, Misharti, memimpin langsung Apel K.
Jembatan Gajah Bertalut: Simbol Kepedulian Kodim 0313/KPR bagi Masyarakat
KAMPAR KIRI HULU – Pembangunan Jembatan Gantung Gajah Bertalut y.
Dalam Apel, Bupati Sebut Pemkab Kampar Siapkan Langkah-Langkah Penghematan Energi
KAMPAR - Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyebutkan bahwa dirinya akan mengeluarkan Surat Edaran perih.
Setiap Bulan Baznas Kampar Distribusikan Zakat Sebesar Rp.114. 300.000 Kepada Jompo dan Disabilitas
Bangkinang Kota - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kampar melalui program kampar pedu.
Wabup Misharti Pimpin Rapat Pra Musrenbang RKPD Kabupaten Kampar Tahun 2027
Bangkinang Kota — Wakil Bupati Kampar Dr Misharti S.Ag M.Si memimpin Rapat Pra Musyawarah P.







.jpg)