pilihan +INDEKS
Riau Catat Capaian Positif Literasi dan Inklusi Keuangan Sepanjang 2025
PEKANBARU - Kinerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Riau sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian yang positif. Sejumlah program strategis di bidang literasi, inklusi keuangan, serta pembiayaan usaha produktif dinilai berhasil memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.
Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Helmi D, mengatakan bahwa capaian ini sejalan seiring dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdasarkan survei tersebut, tingkat literasi keuangan nasional pada tahun 2025 mencapai 66,46 persen. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di posisi 65,43 persen, menandakan semakin membaiknya pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan.
"Sementara itu, tingkat inklusi keuangan juga mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2025, inklusi keuangan Indonesia tercatat sebesar 80,51 persen, naik dari 75,92 persen pada tahun sebelumnya," katanya di Gedung Daerah Pauh Janggi Pekanbaru, Rabu (11/02/2026).
Dijelaskan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan secara nasional turut berdampak positif terhadap kinerja TPAKD di daerah, termasuk Provinsi Riau. Sepanjang 2025, Riau mampu mencatatkan berbagai capaian yang cukup menggembirakan.
"Di tingkat daerah, kinerja TPAKD Provinsi Riau Tahun 2025 menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan. Pada program edukasi dan literasi keuangan, telah dilaksanakan 26 kegiatan di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Riau dengan melibatkan sinergi lintas anggota TPAKD," jelasnya.
Diterangkan, program tersebut menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga masyarakat umum. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan.
"Pada program pembiayaan usaha produktif UMKM, melalui KUR dan Ultra Mikro (UMi) dari target 155.678 debitur telah terealisasi 171.077 debitur, atau sekitar 109,89 persen dengan total nilai pembiayaan mencapai sekitar Rp9,97 triliun. Sementara itu, pada program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dari target 1.459.227 pelajar, telah terealisasi 1.293.997 pelajar, atau sekitar 89 persen," terangnya.
Diungkapkan, capaian tersebut menunjukkan bahwa akses keuangan di Provinsi Riau terus mengalami penguatan. Berbagai program TPAKD dinilai efektif dalam memperluas jangkauan layanan keuangan.
Asisten II Setdaprov Helmi berharap bahwa ke depan penguatan akses keuangan perlu lebih diarahkan pada peningkatan kualitas layanan, pemerataan di seluruh wilayah, serta keberlanjutan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
"Capaian-capaian ini menunjukkan bahwa akses keuangan di Provinsi Riau terus mengalami penguatan. Meskipun ke depan perlu lebih diarahkan pada peningkatan kualitas, pemerataan, dan keberlanjutan,' pungkasnya.
Berita Lainnya +INDEKS
Rakerprov KONI Riau Digelar Malam Ini, Salah Satu Agenda Penetapan TPP Baru Calon Ketua
PEKANBARU – Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) tahunan KONI Provinsi Ri.
Diskominfotik Riau: EPSS Jadi Instrumen Tingkatkan Kualitas Statistik Sektoral
PEKANBARU - Penyelenggaraan statistik sektoral menjadi suatu pilar penting .
Dari Riau ke Istana, Rizqy dan Arifa Bidik Posisi Terbaik Pengibar Bendera Nasional
PEKANBARU – Suasana khidmat sekaligus hangat menyelimuti ruang kerja .
Ketahanan Pangan Berkelanjutan, Polisi Aktif Rawat Kebun Jagung Binaan
Pekanbaru – Komitmen Polsek Kawasan Pelabuhan Polresta Pekanbaru dalam mendukung program ke.
Sekdaprov Riau Tekankan Peran Ayah dalam Mencetak Generasi Berkualitas
PEKANBARU – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Provinsi Riau tidak hanya.
Pemprov Riau Sebut Kinerja Polda Riau Jadi Modal Penting Dukung Iklim Investasi
PEKANBARU - Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Riau Zulkifli Syu.







.jpg)