
PEKANBARU - Penyelenggaraan statistik sektoral menjadi suatu pilar penting dalam mendukung pembangunan yang tepat sasaran. Ketersediaan data yang berkualitas dinilai menjadi fondasi utama bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan, merencanakan program, hingga mengevaluasi hasil pembangunan secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan Pemerintah Provinsi Riau melalui pelaksanaan tahapan interview Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2026 bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Tahapan ini menjadi bagian dari proses penilaian untuk memastikan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral di lingkungan Pemprov Riau sesuai indikator yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, Supriyadi, mengatakan pelaksanaan EPSS merupakan momentum penting untuk mengukur sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola statistik sektoral. Menurutnya, keberhasilan evaluasi tidak terlepas dari sinergi seluruh perangkat daerah dan dukungan BPS sebagai pembina data statistik.
"Kami menyampaikan apresiasi atas komitmen dan kerjasama seluruh pihak dalam mendukung penyelenggaraan statistik sektoral di Provinsi Riau. EPSS merupakan instrumen penting untuk mengukur sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral," kata Kadis Kominfotik Riau, Supriyadi di RCC Pekanbaru, Selasa (14/07/2026).
Dijelaskan, EPSS bukan hanya sebatas proses penilaian. Lebih dari itu, evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang berbasis data guna mendukung pembangunan yang lebih efektif dan terukur.
"Bagi Pemerintah Provinsi Riau, EPSS bukan sekedar penilaian tetapi merupakan bagian dari upaya memujukkan tata kelola yang berkualitas untuk mendukung pembangunan yang berbasiskan data. Berdasarkan hasil EPSS, Pemerintah Provinsi Riau telah menunjukkan perkembangan yang cukup baik dari nilai indeks pembangunan statistik Provinsi Riau yang meningkat yang semula pada tahun 2023 dari 2,14 atau berpredikat cukup, telah berkembang menjadi 2,73 dengan predikat baik pada tahun 2024," jelasnya.
Diterangkan, peningkatan indeks tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh organisasi perangkat daerah bersama BPS Provinsi Riau dalam memperkuat implementasi Satu Data Indonesia. Karena itu, tahapan interview diharapkan mampu memberikan gambaran utuh mengenai berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah.
"Capaian ini merupakan hasil kerjasama seluruh perangkat daerah serta juga dukungan dari BPS selaku pembina data statistik serta komitmen seluruh pihak di dalam memperkuat implementasi Satu Data Indonesia di Provinsi Riau. Melalui tahapan interview ini, kami berharap tim penilai badan dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Riau," terangnya.
Selain memaparkan capaian yang telah diraih, Pemprov Riau juga membuka ruang terhadap berbagai masukan dari tim penilai. Rekomendasi yang diberikan diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral pada tahun-tahun mendatang.
"Kami juga mengharapkan masukan dan rekomendasi konstruktif sebagai bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral di masa mendatang," ucapnya.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, mengungkapkan bahwa interview merupakan salah satu tahapan krusial dalam pelaksanaan EPSS Tahun 2026. Pada tahap ini, tim penilai melakukan klarifikasi terhadap hasil penilaian mandiri yang telah disusun oleh pemerintah daerah beserta dokumen pendukungnya.
"Dalam rangkaian pelaksanaan EPSS tahun 2026, yaitu tahapan penilaian interview. Sebagaimana kita ketahui bahwa interview merupakan tahapan dimana tim penilai badan melakukan tanya jawab dan pengamatan secara langsung pada tim penilai internal untuk meyakinkan validitas serta kesesuaian antara hasil penilaian mandiri yang telah dilakukan dengan kriteria tingkat kematangan dan bukti dukung yang disampaikan," ungkapnya.
Menurutnya, interview tidak sekadar menjadi proses administrasi melainkan ruang untuk memperkuat kualitas hasil evaluasi melalui diskusi. Hingga, pendalaman terhadap setiap indikator penilaian yang masih memerlukan penjelasan lebih lanjut.
"Pada tahapan ini juga akan dilakukan diskusi dan penyampaian penjelasan apabila terdapat perbedaan penilaian terhadap suatu indikator. Oleh karena itu, saya memandang bahwa tahapan ini bukan sekedar formalitas, bukan juga sekedar tanya jawab, dan bukan sekedar proses administrasi semata. Lebih dari itu, interview merupakan ruang untuk melakukan klarifikasi, pendalaman, sekaligus penjaminan kualitas terhadap hasil penilaian mandiri yang telah disusun," katanya.
Asep menilai keberhasilan EPSS hanya dapat dicapai melalui komitmen dan kolaborasi seluruh pihak. Ia berharap semangat kerja sama yang telah terbangun dapat terus dipertahankan sehingga setiap tahapan evaluasi mampu menghasilkan perbaikan nyata terhadap kualitas penyelenggaraan statistik sektoral di Provinsi Riau.
"Keberhasilan EPSS tentu bukan merupakan hasil kerja satu pihak saja. Ini bukanlah tugas yang ringan, dibutuhkan komitmen, kerjasama, keterbukaan, dan kolaborasi yang baik dari seluruh pihak yang terlibat agar setiap tahapan dapat berjalan dengan optimal. Saya berharap semangat kolaboratif ini terus dapat kita jaga selama proses interview berlangsung. Sehingga setiap masukan dan pembahasan dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral, khususnya di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau," pungkasnya.