Wujudkan Program Kerja, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru Buahkan Kepuasan untuk Masyarakat

Selasa, 05 Mei 2026

PEKANBARU - Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Agung Nugroho dan Markarius Anwar mencatat kemajuan terstruktur hingga melampaui target. Menjadi fondasi untuk melanjutkan transformasi menuju Pekanbaru yang lebih bersih, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Dalam satu tahun terakhir, Pekanbaru menunjukkan satu hal yang jelas, yakni arah pembangunan bergerak lebih terstruktur, pelayanan publik makin mendekat ke warga, dan tata kelola kota mulai dibenahi secara menyeluruh.

Komitmen tersebut diawali dengan kebijakan yang menyentuh kebutuhan harian warga, mulai dari Penurunan tarif parkir kendaraan bermotor. Hal tersebut sudah mulai dibenahi Agung Nugroho setelah pelantikannya menjadi Wali Kota Pekanbaru. Pada Perwako ini dilakukan penurunan penerapan tarif parkir di Kota Pekanbaru. Agung menurunkan tarif parkir untuk kendaraan roda dua dari Rp2.000,- menjari Rp1.000. Sementara untuk kendaraan roda empat diturunkan dari Rp3.000 menjadi Rp2.000 untuk satu kali parkir.

Pada Sektor lingkungan, Gerakan Serbu Sampah digulirkan dan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) yang dibentuk di 83 kelurahan, Penindakan terhadap pelaku pembuang sampah illegal,  sert penertiban sebanyak 175 tiang reklame.

Tidak hanya itu, pada Sektor Pelayanan publik Agung Nugroho melakukan pembenahan pelayanan melalui kehadiran Mobil AMAN berupa layanan administrasi kependudukan. Menurutnya, keberadaan mobil AMAN ini tentu bisa menjangkau masyarakat yang hendak mendapat layanan administrasi dan kependudukan. Mereka tidak perlu jauh-jauh lagi mengurus dokumen administrasi kependudukan.

Selanjutnya Pengendalian banjir dilakukan dengan penanganan 20 titik rawan, normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer, drainase, dan DAS sepanjang 109,5 kilometer. Penanaman 15 ribu pohon memperkuat visi Pekanbaru Green City yang berkelanjutan. Solidaritas juga ditunjukkan Pemerintah Kota Pekanbaru terhadap daerah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui bantuan tunai dan sembako masing-masing senilai Rp 3 miliar dan Rp 1,5 miliar.

“Masalah klasik seperti banjir dan sampah kami tangani dengan pendekatan sistematis, tidak lagi parsial. Ini butuh waktu, tapi progresnya sudah terlihat,” jelas Agung.

Pada Sektor Pendidikan, Wali Kota Pekanbaru berikan Beasiswa S1 hingga S3, termasuk bagi Hafiz Al-Qur’an, Program Zero Putus Sekolah berhasil dapat menjaring 1778 anak dengan berbagai latar permasalahan dan mengembalikan 757 anak ke bangku pendidikan. Menanggulangi kendala ijazah yang tertahan dan membantu perlengkapan sekolah.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap guru dapat semakin mahir dalam merancang pembelajaran dan asesmen berbasis literasi dan numerasi, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada peningkatan mutu pendidikan di seluruh Kota Pekanbaru,” harap Agung Nugroho.

Dibawah Kepemimpinan Agung, Pekanbaru Tancap Gas, Bukan Sekadar Wacana

Guna menyukseskan wajib belajar 13 tahun pemerintah kota Pekanbaru telah mewujudkan pemenuhan 1 PAUD 1 Kelurahan dengan menginterasikan pada layanan posyandu serta meningkatkan kompetensi kader dengan mengadakan pelatihan kader posyandu yang menjadi bagian dari strategi menekan angka stunting dan memperkuat kualitas generasi mendatang.

Pemeriksaan kesehatan gratis, Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik dan kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).

Dalam bidang prestasi dan penguatan identitas budaya turut mewarnai perjalanan setahun kepemimpinan Agung, Pekanbaru meraih Juara 2 MTQ Tingkat Provinsi Riau dan sukses menyelenggarakan MTQ ke-57 tingkat kota. Festival Kreatif Budaya Melayu digelar untuk menghidupkan nilai kultural sekaligus mendorong UMKM.

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho juga menerima penghargaan peringkat dua nasional pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Pemerintah Pusat atas keberhasilannya dalam menekan angka kemiskinan dan stunting.

Dalam Akselerasi Program Strategis Nasional (PSN) Dan Pembangunan Pekanbaru Pemerintah juga berhasil merealisasikan Makan Bergizi Gratis Terdapat 27 dapur umum MBG. Satu dapur umum menyiapkan sekitar 3.000-3.500 porsi MBG per hari.

Adanya Koperasi Merah Putih Sebanyak 83 koperasi yang berbadan hukum di setiap kelurahan. Digitalisasi Pendidikan Program digitalisasi Pendidikan masih berlangsung. Salah satu contoh mendapat smartboard atau papan tulis pintar di sekolah negeri Kota Pekanbaru. Sekolah  Rakyat Pembangunan fisik masih dalam tahap persiapan dan lahan sudah tersedia. Siswa sudah mulai bersekolah di Sentra Abiseka Kota Pekanbaru milik Kementerian Sosial. Pengentasan Kemiskinan Intervensi menghapus kemiskinan ekstrem dan mendorong pengembangan UMKM sebagai alat penekan angka kemiskinan.

Pengelolaan Sampah Terpadu Mengembangkan sistem pengelolaan sampah pengangkutan dan pengurangan timbulan sampah melalui Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di setiap   kelurahan.

Pembangunan Rumah Swadaya Membangun 42 unit rumah layak huni baru dan rehabilitasi 12 unit rumah. Dan terakhir Pembangunan Gas Kota Memiliki 20 ribu sambungan rumah jaringan gas. (ADV)